[Review] The Boy

Hai.

Sepertinya postingan blog ini ke depannya akan dipenuhi dengan artikel review film/tv series/drama karena nulis review itu lebih gampang gak perlu banyak sumber yang harus dikutip lol *dasar blogger malas*

Langsung aja, kali ini saya akan review film horror yang katanya sih kalau ini film horror wajib ditonton di 2016 ini. Apalagi kalau bukan The Boy.

Directed by William Brent Bell
Written by Stacey Menear
Produced by Matt Berenson, Jodyne Herron, Gary Lucchesi, Tom Rosenberg Jim Wedaa
Starring : Lauren Cohan, Rupert Evans, Jim Norton, Diana Hardcastle
Realese date : 22 January 2016
Rating :PG-13
Running time : 97 minutes

Sebelumnya saya ingatkan kalau postingan ini mengandung spoiler terutama di bagian review, akan saya tandai jadi bagi yang gak mau baca spoiler di-skip aja ya😀

Sinopsis

Cerita dimulai dengan kedatangan Greta (Lauren Cohan) ke sebuah rumah kuno mewah di pedalaman Inggris. Greta adalah gadis USA yang datang ke Inggris untuk menjadi pengasuh anak di rumah tersebut. Tapi keanehan dimulai sejak keluarga Heelshire memperkenalkan anak mereka yang tak lain adalah sebuah boneka porselen horror tapi imut bernama Brahms. Mr. Heelshire  dan Mrs. Heelshire memperlakukan Brahms seperti anaknya sendiri.

Greta juga berkenalan dengan Malcom (Rupert Evans), pria ganteng pemilik toko kelontong yang tugasnya membawakan persedian makanan tiap minggu untuk keluarga Heelshire. Hingga tiba saatnya Greta ditinggalkan bersama Brahm karena Mr. dan Mrs. Heelshire akan berlibur ke luar kota dan diberikan list rules do and dont selama mereka pergi termasuk jadwal rutin Brahms.

Awalnya Greta tidak mempedulikan boneka dan jadwal aneh itu tapi Brahm mulai berulah. Greta mulai diteror secara terang-terangan sejak dia dekat dengan Malcom yang jelas-jelas pdkt ngajak date di kota. Karena terus dihantui oleh Brahms, akhirnya Greta mulai memperlakukan Brahm dengan penuh kasih sayang dan merasa terikat degan Brahm. Malcom yang melihat Greta semakin aneh mulai menceritakan misteri keluarga Heelshire, berharap agar Greta mau minggat dari rumah tapi Greta kekeuh akan tetap menjaga Brahm sampai Mr. dan Mrs. Heelshire pulang yang sebenarnya berniat tidak akan kembali ke rumah tersebut. Lalu bagaimana nasib Greta selanjutnya? Apakah Greta akan bertahan dan setia menjaga Brahms?

Review

Awalnya saya gak begitu tertarik untuk nonton film ini karena film horror bertema boneka bukan sesuatu yang baru seperti film Annabelle dan Chucky. Tapi setelah melihat banyak review positif dan rekomendasi untuk film ini akhirnya saya jadi kepo, sebagus apa sih film ini sampe begitu dinanti oleh pecinta film horror. Dan setelah selesai nonton, oke film ini memang kereeeennn.

Dari awal udah terasa suasana mencekam, apalagi pas lihat vila (lebih tepatnya kastil kuno sih haha) yang berada di tengah hutan, tanpa tetangga dan tanpa sinyal telepon (apalagi tanpa wifi, horror banget ). Di awal film, saya merasa alurnya lumayan cepat karena kita tidak diajak untuk mengenal Mr. Heelshire dan Mrs. Heelshire lebih dekat, tiba-tiba udah pergi berlibur aja. Dan informasi tentang Bramhs kita dapatkan dari Malcom, orang luar yang hanya seminggu sekali ke rumah tersebut sehingga informasinya hanya sekedar saja(?). Tapi ya disitulah letak misterinya….perlahan satu persatu misteri terkuak, dari kematian Brahms, kenapa boneka imut itu muncul dan alasan Greta yang jauh-jauh ke Inggris hanya untuk menjadi Nanny.

capture-20160601-150154

Kalau nonton film horror, saya pasti agak annoying dengan karakter hero yang cari mati. Tapi di The Boy, rasa annoying itu gak ada. Selama menonton, saat Greta berusaha kabur dari Brahms saya pasti angguk2 dengan tindakannya. Misal langsung lari dan kunci kamar bukannya keliaran di rumah besar itu, atau pas adegan Greta dan Malcom berusaha kabur dari Brahms mereka langsung mencari ruangan yang aman bukannya teriak-teriak gaje dulu. Dan saya benar-benar kaget dengan twist nya. Saya benar-benar percaya kalau boneka itu dirasuki arwah Bramhs eh ternyata Bramhs yang asli masih hidup dan tinggal di ruang bawah tanah. Gak banyak sound effect dan adegan tusuk menusuk or another disgust scene tapi suasana horror dapet banget. Di awal film kita merasa  “creep me out” dengan boneka Brahms, pertengahan film mulai sedikit iba karena Greta menuruti kemauan Brahms yang lebih keliatan seperti kurang kasih sayang dan menjelang akhir baru terasa thiller nya dengan adegan kejar-kejaran Brahms  dan Greta-Malcom. Saya juga suka reaksi Malcom saat bertemu dengan mantan pacar Greta yang datang untuk menjemputnya pulang. Lebih ke waspada kalau si hantu marah daripada cemburu lihat si mantan lol.

capture-20160601-150746
Meskipun twist nya sangat tak terduga, tapi saya mulai merasa gak exited saat Brahms asli muncul. Semacem “oalah ternyata bukan hantu* *penonton kecewa* lol. Tapi setelah selesai menonton, saya baru sadar kalau memang ada petunjuk kecil dari sutradaranya seperti makanan yang gak boleh langsung dibuang (untuk dimakan Brahms), Greta yang harus membaca cerita dengan suara lantang dan suara musik yang keras (jadi Brahm bisa dengar dari tempat persembunyiannya), dan perangkap tikus (supaya tikus gak masuk ke ruang rahasia Bramhs) CMIW 😀

Selain misteri nya yang bikin penasaran, yang juga membuat saya betah menonton The Boy adalah Malcom. Cowok ganteng bewok tipis logat british, humoris dan suka modus. Lengkap sudah lol. Saya lebih menanti kehadiran Malcom daripada tokoh-tokoh lain haha. Dan chemstry nya bersama Greta juga oke banget, bikin saya pengen shipperin mereka. Tapi apalah daya Greta kan udah punya Glenn (salah lokasi wooy ini bukan TWD lol).

capture-20160601-145042

capture-20160601-145619

Tapi, tentu saja film ini masih punya kekurangan (my opinion). Ada banyak pertanyaan yang belum terjawab, seperti kenapa Brahms masih hidup? keluargnya yakin banget kalau anaknya udah mati bahkan makamnya pun ada….gimana ceritanya Brahms bisa selamat dari kebakaran? apa jasadnya gak ditemukan? atau gimana? Lalu darimana boneka porselen itu muncul? diceritakan kalau Brahms dituduh membunuh temannya Emily di hutan tapi belum sempat polisi memeriksa Brahms terjadi kebakaran hebat di rumah Brahms, gimana ceritanya si Brahms beli itu boneka? sedangkan dia pasti kena luka bakar dan lagi rumahnya di tengah hutan gimana mau ke kota coba ._. Kalau Brahms bikin sendiri itu boneka hebat bener dia baru 8 tahun uda bisa bikin boneka porselen perfect gitu lol. Yah terlepas dari itu menurut saya film ini layak ditonton ya, nikmatin aja gak usah banyak nanya kaya saya hahah. And  my rating is 7.5/10. Saya suka suasana horrornya tanpa perlu banyak darah yang muncrat plus bonekanya yang horror tapi kok imut ya😀

nz blog

Source :
Wikipedia
IMDb

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s