[Review] Socialphobia

Are you a social media freak?

Movie: Socialphobia
Hangul: 소셜포비아
Director: Hong Seok-Jae
Writer:
Hong Seok-Jae
World Premiere: October, 2014 (Busan International Film Festival)
Release Date: March 12, 2015
Runtime: 102 min.
Genre: Youth / Internet / Mystery

Another interesting K-Movie about cyber-bullying.

Cerita dimulai dengan sebuah “perang twitter” antara seorang cewek dengan segerombolan anak muda yang gak senang dengan cuitan si cewek. Cewek ini menggunakan nama online Becca.

Becca dikenal sebagai pengkritik sensasional di twitter maupun akun medsos lainnya. Becca bahkan mencaci maki orang yang sudah meninggal. Dianggap semakin menjadi-jadi, sekelompok pemuda labil   menanggapi cuitan Becca dan akhirnya terjadilah perang twitter antara Becca dan pemuda2 tersebut. Merasa di pihak yang benar, pemuda kurang kerjaan ini berkumpul dan berencana untuk melabrak Becca di rumah kostan-nya. Naasnya, saat mereka tiba di kost Becca mereka malah menemukan Becca yang sudah meninggal dengan cara menggantung diri di balkon kamarnya.

Polisi pun segera menuju TKP lalu membawa mereka ke kantor polisi dan meminta keterangan para pemuda tersebut. Polisi akhirnya memutuskan kalau kasus Becca murni kasus bunuh diri. Dan secara tidak langsung, mereka dianggap sebagai penyebab Becca bunuh diri karena telah melakukan cyber-bullying. Tapi, salah satu dari mereka Yong-min (Lee Ju-Seung) merasakan ada yang aneh dengan kematian Becca dan mengajak teman-temannya untuk menyelidiki kematian si Becca.

Lalu berhasilkah mereka menemukan pembunuh Becca sebenarnya? atau sebenarnya Becca memang berniat bunuh diri?

Basically, film ini bercerita tentang sekelompok anak muda yang kecanduan social media yang pada akhirnya mengikis rasa kemanusiaan mereka sedikit demi sedikit. Saya gak habis pikir saat adegan mereka menemukan mayat Becca dan hal pertama yang mereka lakukan adalah menghapus twit mereka di twitter dan sibuk mengabarkan tentang kematian Becca, bukannya telpon polisi -_-. Dan sekelompok pemuda troll inilah yang jadi our protagonist pemirsaahhh!! Yah biarpun ada satu orang yang lebih difokuskan, Ji-weong (Yo-han Byeon) yang masih kelihatan sedikit waras dibandingkan teman-temannya yang lain.

Sebenarnya saya agak kurang nyaman menonton film ini. Mungkin karena hal “seperti ini” belum terlalu parah di Indonesia jadi kadang saya merasa film ini agak lebay. Tapi mengingat netizen korea yang memang lebay dan ganas (pengalaman saat fanwar reply 1988 dan fanwar lainnya lol) jadi saya bisa memaklumi kalau keadaan kecanduan social media di korsel emang udah parah. Di Korea Selatan, saat seorang publik figur melakukan kesalahan (atau khilaf) maka seakan-akan seluruh rakyat korsel mengutuk si publik figur tersebut lewat forum dan social media. Seakan-akan mereka pantas menghakimi seseorang dan berbicara ini itu tanpa mempedulikan perasaan orang yang di-bully. 

Contohnya, saat Ji-weong yang ketahuan identitasnya di kampus sebagai salah satu orang yang ikut membully Becca, maka semua teman-teman kampusnya (dan orang-orang tak dikenal) meneror Ji-weong dengan kata-kata makian yang sadis.

Kebayang gak gimana rasanya di sms begini dan jumlahnya ratusan sms

Gak usah jauh-jauh ke Korsel, di negeri tercinta ini juga udah biasa terjadi cyber bullying. Masih ingat dengan kasus pengrusakan bunga amarilis di gunung kidul beberapa waktu lalu? atau kasus foto pemburuan kucing liar yang diupload dengan bangga oleh si pelaku atau yang paling sering kita jumpai, cyber bullying di ig di akun seperti dagelan, salah komentar langsung diserbu.  Netizen beramai-ramai berkomentar, ada yang memaki, mencemooh  tapi ada pula yang menasehati. Mungkin gak separah di film Socialphobia ini (yang sampe informasi pribadi bocor seperti nomor hape dan bahkan alamat rumah!!) tapi sepertinya kedepannya bisa saja netizen indo bisa separah netizen korsel. Setelah nonton film ini, saya agak bersyukur kalau kecepatan berseluncur internet di indonesia gak secepat di Korsel, yang mungkin jadi salah satu faktor kalau kita jadi malas komen dan habisin waktu untuk ngurus masalah beginian. Ya iyalah ngapain capek-capek komen di forum atau socmed lainnya, nungguin forum nya loading aja lama banget lol. Apalagi gak semua orang punya smartphone canggih (belum lagi yang gaptek gak ngerti pake socmed) dan masih banyak hal yang dipikirkan selain masalah itu, jodoh misalnya. (okeh ini saya hahaha)

Alasan saya menonton Socialphobia adalah karena ada Ryu Jun Jeol. Iya kan saya #teamjunghwan yang kepo sama film-film yang pernah dibintangi Kak Jun hahaha😀. Jangan harap bakal nemuin Junghwan yang kalem-jutek karena di sini Kak Jun  jadi maniak internet yang bawel abis. Saya sebel sama karakter dia, tapi ya karena yang peranin Kak Jun jadi gak bisa sebel deh *gak penting banget*

Behel mu mengalihkan duniaku oppa hahaha

 

my favorite scene : those tweets are the more interesting parts of the movie

capture-20160317-153103

most boring scene : tiap mereka ngumpul dan dengan sotoynya sok nyari pelaku ala detektif. Gak greget.

Akhir kata, untuk kelas film indie, Socialphobia ini cukup bagus tapi ya rasanya terlalu datar untuk kategori film yang sebagian besar tentang aksi para detektif amatir. Not bad, dan bagus ditonton untuk jadi renungan bagi kita semua kalau kecanduan social media itu gak baik dan bisa menyebabkan kematian ._.

 

Source :
IMDb
Asianwiki
Google

nz blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s