“Taj Mahal” Kebanggaan Aceh


q

Selamat Ulang Tahun Kota Banda Aceh, kotanya para raja😀

Yap, hari ini tepatnya tanggal 22 April 2014 kota tercinta kita Banda Aceh sudah berumur 809 tahun, waduh udah tua ya..lebih tua dari Indonesia *ya eyalah*
Di usianya yang sudah amat sangat matang, Kota Banda Aceh kini menjadi ikon kota madani. Mudah-mudahan dapat terlaksana semaksimal mungkin ya🙂

Banda Aceh, dulu bernama Kutaraja yang artinya kota para raja. Banda Aceh menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Aceh Darussalam. Kota ini cukup terkenal pada masanya dan menjadi tempat transit bagi pedagang dari barat dan timur dan mengalami perkembangan yang pesat pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1636).

Siapa yang tak kenal Sultan Iskandar Muda. Namanya sering kita dengar baik di buku sejarah maupun dikehidupan sehari-hari, misalnya dijadikan nama jalan di kota-kota di Indonesia heheh. Sultan Iskandar Muda mendapat gelar Pahlawan Nasional atas jasa dan kejayaannya membangun dasar-dasar penting hubungan ketatanegaraan dan atas keagungan beliau. Selain dikenal sebagai sosok yang tegas dan berwibawa, beliau juga penuh kasih. Buktinya dapat kita jumpai hingga sekarang yaitu Taman Sari Gunongan dan Taman Putroe Phang.

DSCN7180

Cerita sejarahnya dikit ya. Pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, seluruh wilayah semenanjung Melayu telah disatukan di bawah kerajaannya. Dan saat menaklukkan Kerajaan Pahang, Sultan menikahi putri Kerajaan Pahang yang cantik yaitu Putroe Phang. Katanya, begitu cintanya sang Sultan pada Putroe Phang, beliau menyanggupi permintaan permaisurinya untuk membangun sebuah taman karena sang putri begitu merindukan tanang kelahirannya. Waduh..co cweet banget ya😀

Meskipun bangunannya tak terlalu megah seperti Taj Mahal, taman ini memiliki pesonanya sendiri. Taman Putroe Phang terletak di pusat kota, tidak jauh dari Museum Tsunami dan Taman Sari. Di taman ini, ada sebuah bangunan unik yang berada di tengah kolam yang disebut Pinto Khop. Desain bangunannya menyerupai arsitektur Asia Timur seperti cina,jepang dan korea yaitu terlihat dari bentuk atapnya yang berundak (atau hanya penulis aja yang mikir gitu haha). Pinto Khop ini dulu merupakan pintu yang menghubungkan Taman Putroe Phang dengan istana namun kini telah terpisah jalan dengan Gunongan. Taman ini lumayan luas, namun karena dipenuhi pepohonan yang rimbun dan tanaman-tanaman cantik rasanya adem banget kalau jalan-jalan disini. Kelemahannya, kolamnya yang sudah tercemar oleh limbah rumah tangga mengurangi keindahan taman ini. Semoga kedepannya kolam ini dapat dipermak kembali sehingga lebih enak dipandang🙂

Jika Kita berkunjung pada hari sabtu dan minggu, maka kita dapat menyaksikan pegelaran seni Putroe Phang Art & Music Weekend Show yang diadakan oleh dinas kebudayaan. Acara ini tak hanya menampilkan kesenian daerah namun kesenian “modern” pula. Seru banget loh, kalau teman-teman tertarik ingin menonton pergelaran seni datang aja ke Taman Putro Phang setiap sabtu dan minggu sore😀

aaa

 

Tak jauh dari Taman Putroe Phang, kita dapat melihat bangunan putih yang menyerupai bukit-bukit kecil. Yap, Gunongan namanya yang artinya gegunungan. Bangunan ini tak terlalu besar jadi harus diperhatikan dengan seksama baru keliatan (ah lebay!). Gunongan ini adalah tempat Putroe Phang berganti pakaian setelah berenang di Sungai Isyiki yang mengalir di tengah istana. Kita juga diperbolehkan memasuki Gunongan, atau lebih tepatnya menaiki Gunongan. Karena tak terlalu tinggi, kita dapat menaikinya dengan mudah dan cepat. Pintu masuknya rendah seperti terowongan. Untuk naik ke puncak, harus menaiki tangga-tangga rendah dalam Gunongan. Dan jika udah sampai ke puncak, kita dapat melihat Taman Putroe Phang, Makam Keerkoff dan Museum Tsunami. Di depan Gunongan ada Petarana, sebuah batu berukir setinggi setengah meter. Menurut cerita, ini merupakan tempat keramas permaisuri. Wah kebayang sang ratu duduk di atas Gunongan sambil disisirin rambutnya ya😀

DSCN7018

Tepat dibalik Gunongan, terlihat bangunan segiempat yang disebut Kandang Baginda atau Balai Kembang Cahaya yang dulunya sebagai tempat makan-makan kerajaan. Konon, Kandang Baginda juga dijadikan tempat ratu bermain-main bersama dayang, setelah puas menjelajahi Gunongan. Karena tempat ini terbuka untuk umum, masyarakat dapat menonton sang ratu menikmati makan siangnya dan terkadang warga juga diajak makan bersama. Sayang, di taman sari Gunongan ini kurang pohon-pohon besar nan rimbun jadi kalau kamu datangnya pagi atau siang, berasa banget panasnya. Tapi tenang…tamannya cukup cantik apalagi kalau mau foto-foto…bagus banget *ketahuan deh suka selfie*😀

DSCN7007

Masih satu komplek dengan Gunongan, kita juga dapat memasuki gedung milik Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang berisi peninggalan-peninggalan kerajaan dahulu seperti keramik cina, rencong dan lain-lain serta penjelasan tentang benda-benda sejarah tersebut. Menambah wawasan banget ya!

Yuk kunjungi wisata sejarah kita. Disaat orang banyak yang lebih senang menikmati hiburan “modern” kenapa gak memasukkan tempat-tempat wisata sejarah sebagai salah satu pilihan kita😀
Selain menikmati keindahannya kita juga bisa belajar sejarah budaya aceh lebih dalam. Tenang, tempat ini gak dipungut biaya kok. Mari kita bangkitkan kembali wisata sejarah aceh yang gak kalah keren dari wisata sejarah luar negri.Negara-negara maju seperti korea aja bisa menarik wisatawan dengan pesona sejarahnya, kenapa kita tidak?😀

 

 

Tulisan ini diikutkan dalam Blog Competition Charming Banda Aceh 2014 

 

 

 

15 thoughts on ““Taj Mahal” Kebanggaan Aceh

  1. miraclepumpkin berkata:

    huwaaaaa ini taj mahal versi aceh…pengen kesana ih gak perlu jauh2 ke india,,,
    lebih cinta negeri sendiri juga!
    setelah baca baru faham sejarah. kece artikelnya~

  2. Woobinosaurus berkata:

    uwoooo baru tau di aceh ada tempat wisata kaya gini ._. jd pengen kesana, wisata sambil belajar sejarah

  3. rina berkata:

    Taunya tempatnya rame klo weekend, gak pernah tau sejarahnya hahaha
    Kakak ini anak sejarah ya? Aku mah slalu tidur klo pelajaran sejarah😀

  4. Rizky Oktavia Rini berkata:

    Keren-keren. Wisata tmpt2 di Acehnya dibahas sesuai khasnya kak niza, gak mbosenin tp lengkap heheh, kapan2 klo aku ke Aceh ajakin ketmpt2 itu ya ;))

  5. nana cho berkata:

    kece ih *^* ntar kalo aku bisa ke Aceh /Amiiinnnnn ajak ke Taman Putroe Phang sama Taman Sari Gunongan juga yaa? terus ajarin manjat gunongan-nya hihihi kan aku kepo pengen liat taman dari atas juga :3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s