Makam Keerkhof – Bukti Ketangguhan Rakyat Aceh Melawan Kaphe Beulanda

Siapa yang tak kenal Aceh? *pede banget :D*

Jika mendengar dan membaca sejarah Aceh, seakan-akan orang kurang percaya dengan sejarah Aceh yang melegenda itu namun tak bisa dijumpai. Menurut sejarah, selama Perang Aceh yang meletus pada tahun 1873, pihak belanda menghancurkan semua sarana serta infrastuktur dan menjarah peninggalan kerajaan yang berharga. Namun dari beberapa situs sejarah yang tersisa dapat membuktikan bahwa Aceh memang negeri kuat di masanya. Salah satunya adalah Makam Keerkhof atau Keerkhof Peutjut.

DSCN7218

Perang Aceh melawan belanda yang meletus dengan dahsyatnya pada tahun 1873 telah banyak memakan korban yang tewas di pihak belanda serta keputus asan pihak belanda karena perang yang tidak juga berakhir. Aceh yang saat itu sulit untuk dikuasai membuat pihak belanda membentuk Pasukan Marsose. Namun tindakan pasukan marsose yang kejam terhadap rakyat aceh membuat rakyat aceh semakin marah dan akan membunuh secara spontan jika bertemu dengan belanda, baik itu tentara belanda atau orang belanda.

Pihak belanda tidak habis pikir dengan tindakan dan prilaku orang aceh yang dianggap gila sehingga lahirlah sebutan Aceh Moorden-Aceh Pungo atau Aceh Gila. Lalu, seperti yang kita pelajari dalam buku sejarah, pihak belanda mengutus penasehat kerajaaan untuk meneliti perilaku orang aceh sehari-hari apakah benar- benar gila. Tentu saja tidak. Semangat juang rakyat aceh dalam mengusir belanda dilandaskan semangat hikayat perang sabil membuat rakyat aceh berlomba-lomba untuk melawan belanda dengan harapan akan mati syahid atau pahala syahid. Meskipun rencana pihak belanda dengan menyusupkan mata-mata dapat dikatakan berhasil, namun perang aceh terus berlangsung sampai tahun 1942, dimana Belanda angkat kaki untuk selama-lamanya. Perang aceh adalah perang terlama di dalam sejarah perang kolonial Belanda di Indonesia.

Pasukan belanda yang tewas dikuburkan di sebuah makam luas yang diberi nama Keerkhof. Dalam bahasa indonesia, Keerkhof artinya makam/kuburan. Lalu, kenapa Aceh rela membuat makam bagi musuhnya? itulah cerdasnya Aceh, makam ini menjadi bukti bagaimana kegigihan rakyat aceh dulu dalam mempertahankan harkat dan martabat bangsanya.

Letak Makam Keerkhof berada di pusat kota, tepat di samping Museum Tsunami. Saat memasuki kawasan makam ini kita dapat melihat sebuah gerbang berbentuk lengkung khas Belanda yang berdiri kokoh dan terlihat kuno. Pada relief dinding gerbang makam tertulis nama-nama serdadu Belanda lengkap dengan tahun dan tempat tewasnya. Di makam ini juga terdapat kuburan tentara dari etnis Jawa, Ambon, Batak, dan tentara etnis Indonesia lainnya yang tergabung dalam Angkatan Bersenjata Hindia-Belanda. Jadi jangan heran kalau menemukan ada nama-nama yang berbau indonesia.

DSCN6960

Jika makam/kuburan identik dengan nuansa suram dan angker, maka hal itu tidak anda temui di makam bersejarah ini. Makam ini terawat rapi serta adanya bunga-bunga cantik dan pohon-pohon rindang yang menambah keindahan makam ini. Lebih dari 2000 nisan tersimpan di dalamnya hingga sejarah mencatat makam tentara ini sebagai salah satu yang terluas di dunia. Luasnya yaitu 150 x 200 m yang bikin kaki lumayan pegal untuk mengelilingi makam ini hehehe. Meskipun enak dipandang, tapi kalau mau foto-foto minta ijin dulu ya😀

q

 

DSCN7227

Jika telah memasuki makam ini, kita akan menemukan kuburan yang terpisah dari kuburan-kuburan lainnya yaitu kuburan putra kesayangan Sultan Iskandar Muda yang dihukum oleh ayahandanya sendiri karena melakukan sebuah kesalahan sehingga makam ini juga disebut Keerkhof Peutjut (Baca : Keerkhof Pocut). Peutjut artinya anak kesayangan atau Beloved Son/Daughter (eaaa sok english).

DSCN7236

Meurah Pupok namanya. Dikisahkan, Meurah pupok ketahuan berzina dengan istri seorang pewira kerajaan. Peristiwa itu dipergoki oleh pewira tersebut, dan betapa emosinya sang pewira langsung menusuk istrinya hingga istrinya tewas. Meurah Pupok yang ketakutan langsung melarikan diri. Pewira tersebut melaporkan hal ini kepada bagindanya, Sultan Iskandar Muda. Sultan pun memerintahkan penangkapan Meurah Pupok dan Sultan sendiri yang menghukum anaknya yang dijatuhi hukuman dirajam sampai mati.

Saat akan menghukum anaknya, Sultan berkata “Matee aneuk meupat jirat. Gadoh adat pat tamita” yang artinya jika anak meninggal masih ada kuburan yang bisa dilihat, sedangkan jika adat yang hilang, hendak kemana kita mencarinya. Ungkapan yang menunjukan betapa adilnya Sultan Iskandar Muda dalam pelaksanaan hukum Islam yang bahkan Sultan rela  menghukum anak lelaki tunggal tersayangnya.

Setelah berkunjung ke Makam Keerkhof kita akan merasakan bagaimana rasa heroik para pendahulu kita yang telah mempertahankan setiap jengkal tanah Aceh dari awak kaphe beulanda untuk diwariskan kepada anak cucunya kelak. Jika tertarik mengunjungi situs sejarah ini, kita dapat mengunjunginya dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore. Don’t miss it guys, you’ll be amazed by this place and proud to be Acehnese🙂

 

Tulisan ini diikutkan dalam Blog Competition Charming Banda Aceh 2014 

24 thoughts on “Makam Keerkhof – Bukti Ketangguhan Rakyat Aceh Melawan Kaphe Beulanda

  1. Niva Fibrina berkata:

    Tahun 2012 pas ke banda cuma lewat aja makam keerkhof ini. Dari jauh aja keliatan bagus, apa lagi dekat. Ternyata itu ya alasan orang Aceh ngizinin mereka buat makam disini haha, proud to be Acehnese!!

  2. nana cho berkata:

    Zoro wawasannya luas seluas makam keerkof (?) LOL etapi bener loh, lengkap gitu keterangannya :O yang baca kan jadi kepo pengen ke sana juga ><

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s