[FF] C.H.A.T.

Tittle: C.H.A.T.
Author: Nana Cho


Cast:
Lee Sungmin
Yoon Saera

Genre: romanje (romance gaje)
Rating: T
Inspirational Thing: gomawo ya kak sunbae yang udah jadi Inspirasi ff abal ini. hehe….
Warning: No Bash, Sider… biar tuhan yang membalasnya *horor*
random tag, remove if you don’t like.

a/n: FF ini saya bikin buat menuhin request naui sarang sarang saranghaenun eonnie; Niza Zoro aka Yoon Saera Saera whatever willbe willbe~ *digetok

mianhae jeongmal mianhae yakk eon, udah bikinnya telat luamaaaaaaaaaaaaaa buanget dari waktu pertama kali request *mikir* yaitu sekitar 13 abad yang lalu #lebay uda telat, gaj, abal pula. yakinlah sumpah ini abal banget. Zoro eonnie bole dah cekek cekek saiia untuk mewujudkan kekecewaan anda -.-

udah cuap-cuap nya. happy reading!!!

ssstt… follow author yakk @nanacho9541 inga inga ting ^o< #promo

………………………………………..

SEOUL . YOON FAMILY HOUSE . 11.08.14

Tugas sekolah; sudah selesai. Belajar; sudah. Makan; sudah. Tugas-tugas wajibku sebagai seorang pelajar sudah kukerjakan semua. Sekarang, saatnya kulampiaskan hobi dan keahlianku. Apa itu? Tadraaa~ C-H-A-T-T-I-N-G. CHATTING. Hehehe… aku yang miss chatting ini tidak akan mungkin melewatkan hari tanpa melakukan obrolan dunia maya.

Kubuka minihompi-ku, kemudian sign in, dan…

TRINGTINGTING~…

Nada pembuka minihompi ini jelek sekali. Mengapa pihak pengembangnya tidak mengganti nada ini dengan lagu yang masih booming saja? Lagu yang terkenal di dunia dan akhirat: Mabok Janda Mr. Simple. Lagu itu ‘kan sangat terkenal. Kenapa mereka tidak memakai lagu itu saja? Aashh… peduli malaikat. Kenapa aku malah mempertanyakan lagu pembuka minihompi? Bukankah tujuan utama nan muliaku adalah chatting? Ck!

Chatroom sudah terpampang. Sekarang, aku hanya perlu mencari mangsa untuk kuajak bergosip ria. hehehe…

Eh? Sebuah nickname tertangkap mataku. ‘SungminLee’ MWO?! Bukankah ini nickname namja itu? Namja sekolah sebelah yang sangat pintar, imut, menawan nan rupawan itu. Namja idaman semua yeoja. Kyaaaa… beruntungnya aku!!! Aku harus menyapanya malam ini juga!

Chat Session: 110814 10.00 pm
Saerayoon/SungminLee
Session start:

Saerayoon: Annyeong... ^_^

Lima menit…

Sepuluh menit…

Limabelas menit…

Setengah jam…

TRING.

Akhirnya dia membalasku juga! Keajaiban!

SungminLee: annyeong ^^

Ya! Sekarang aku bingung harus menjawabnya dengan apa? Aigoo… aku tak punya topik pembicaraan…
Berpikir… berpikir… ayolah berpikir Yoon Saera…
Aha! Kumulai dengan sekolahnya saja. Topik yang wajar ‘kan? Kau memang pintar Yoon Saera!

Saerayoon: Kau bersekolah dimana?
SungminLee: Triple S, Seoul State Senior High School. Kau?
Saerayoon: Waaw… kau bersekolah di sekolah elite itu ya? *o*
Aku di sekolah khusus putri, SMA Ie-Hwa.
SungminLee: Tidak se-elite itu J
Oh! Sekolah sebelah?
Saerayoon: Ne, sekolah sebelah. Hehehe….
SungminLee: Kalau begitu, apa kau kenal yeoja itu?
Saerayoon: yeoja itu? O.o
SungminLee: Ne. Aku sering melihatnya berangkat ke sekolah di terminal subway.
Tapi, aku tidak tahu namanya.

Huhuhu… Sungmin menyukai seorang yeoja di sekolahku. Pupus sudah harapanku untuk mendapatkannya. Tapi, mungkin dengan membicarakan yeoja ini, aku bisa lebih dekat dengannya. Meskipun agak menyayat (?) hatiku. Tapi, tak masalah jika bisa membuatku lebih dekat dengannya.

Saerayoon: bagaimana ciri-cirinya?
Mungkin aku tahu.
SungminLee: ciri-cirinya, hmm..
Dia tinggi, rambutnya sebahu, tasnya slingbag warna merah.
Dia juga selalu berangkat bersama teman-temannya. Sekitar, empat orang.
Mereka selalu ribut di dalam subway.

Yaa! Berangkat berempat, itu pasti aku dan teman-temanku. Kami selalu bertemu Sungmin di subway. Kami juga selalu ribut di dalam subway. Tapi, yang tinggi, berambut sebahu, dan slingbag merah itu aku!!! Jadi, Sungmin memperhatikanku? Kyaaa kyaaa…. lebih baik aku pura-pura tidak tahu saja. Sungmin bisa malu kalau tahu aku ini yeoja yang dia suka. Xixixi….

Saerayoon: aigoo… banyak sekali yeoja seperti itu di Ie-Hwa.
Kalau boleh aku tahu, ada apa dengan yeoja itu? 
SungminLee: gwaenchana, aku hanya agak sedikit terganggu
dengan kehebohannya dan teman-temannya itu.
Apalagi dia terlihat yang paling heboh.

JDAR! Ternyata Sungmin membenciku? Benar-benar pupus sudah harapanku.

Saerayoon: Jinjja? Kalau begitu,
Aku mewakili seluruh jajaran sekolah Ie-Hwa meminta maaf padamu.
SungminLee: kenapa jadi kau yang meminta maaf?
Saerayoon: bagaimanapun juga, teman kami sudah mengganggu ketenanganmu
Mianhae… (_ _’)
SungminLee: hehehe… ini ‘kan bukan salahmu. Kau tidak perlu meminta maaf begini.

Ini salahku Sungmin-ssi. Salahku!!! Besok, aku harus mengendalikan sikapku dan sikap yang lain di subway. Jangan sampai Sungmin semakin tidak menyukaiku.

SEOUL . SUBWAY STATION . 11.08.15

“Annyeong Saera!!!” Sapa Sungri dan yang lain seraya menepuk pundakku. Seperti biasa, kami akan membuat kehebohan pagi hari di peron III. Tapi, tidak kali ini.

“Annyeong…” Sapaku anggun.

Sungmin sudah ada sekitar 100 m dari tempat kami berdiri, sibuk dengan buku di tangannya. Aku tidak boleh terlalu heboh. Ingat Saera, Sungmin tidak menyukai kehebohanmu… ingat ingat… ting (?).

“Ya! Yoon Saera, sarapan apa kau? Tidak biasanya kau sekalem ini membalas sapaan kami?” Tanya Sunggun – adik Sungri sekaligus hoobae kami – tanpa menggunakan embel-embel ‘eonnie’ dibelakang namaku. Tahan emosi, jangan hancurkan image demi menjitak Sunggun…

“Gwaenchana.”

“Kau yakin kau baik-baik saja Saera?” Giliran Meyna mengajukan pertanyaan, sambil sibuk dengan majalah yang baru saja di belinya.

“Gwaenchana…”

“Kyaaa… kau sudah beli majalah ini Mey?” Sungri memulai kehebohan dengan majalah Meyna.

“Aku sudah bilang padamu di telfon semalam ‘kan.”

“Aku pinjam….” Itu suara Sunggun. Pasti sekarang dia sedang merebut majalah Meyna. Biasanya, aku juga begitu. Tapi, tidak kali ini.

Hari ini aku hanya memandangi rel subway yang kosong dengan anggun. Walaupun sebenarnya, aku ingin sekali kut heboh dengan mereka. Tapi, aku harus jaga diri demi menjaga citraku di depan Sungmin.

TING.

Lonceng kereta sudah berdentang. Saatnya kami masuk kedalam kereta. Kulangkahkan kakiku memasuki kereta dengan pelan dan anggun. Berbeda sekali dengan mereka bertiga yang sudah masuk terlebih dulu dan heboh dengan majalah yang sekarang sudah dipegang alih Sungri.

Kuambil tempat duduk disamping Meyna. Sementara, Sungri duduk diantara Sunggun dan Meyna. Mereka masih saja heboh membicarakan debute Jepang SHINee. Aku ingin ikut. Tapi… yang duduk di sampingku sekarang adalah; Sungmin. Aku senang, hatiku berdebar-debar, sekaligus tegang. Bisakah aku menjaga sikapku di samping namja imut yang tengah membaca buku disampingku ini?

“Kyaaa… Onew tampan sekali!” Heboh Meyna disampingku. MWO?! Onew? Onew da bilang?

“Mana mana???” Otomatis langsung kutengokkan kepalaku kearah majalah ditangan Sungri.

“Ini Saera. Lihat Onew tampan sekali kyaaaa…”
“Kyaaa… naui dubu neomu kyeopta kyaaa…”
“Dia milikku Saera!” Meyna mulai mengajak ribut pagi-pagi.
“Aniya. Dia sudah memilihku untuk menjadi jodohnya…”
“Yaaa! Yoon Saera, dia itu sudah jelas memilihku.”
“Aniya Lee Meyna…” Aku sudah tidak bisa dikendalikan. Usaha pengendalian kehebohan kali ini, GAGAL.

SEOUL . YOON FAMILY HOUSE . 11.08.15

Tidak seperti biasanya, malam ini kubuka minihompi-ku dengan agak berat hati. Aku agak takut bertemu Sungmin disana. Malu lebih tepatnya. Bagaimana tidak, aku super duper mega ultra heboh sekali tadi pagi. Meskipun biasanya aku juga begitu. Tapi, kali ini rasanya berbeda. Aku juga tidak tahu mengapa berbeda…

Chat Session: 110815 10.00 pm
SungminLee /Saerayoon
Session start:

SungminLee: annyeong ^^

MWO?! Sungmin menyapaku terlebih dulu? Ada keajaiban apa ini? Haruskah kubalas? Tapi, aku malu… tapi, bukankah dia tidak tahu kalau yeoja di subway itu aku? Jadi, mungkin tak masalah kalau kubalas.

Saerayoon: annyeong ^^
SungminLee: kita bertemu lagi.
Saerayoon: ne, kita bertemu lagi hehe…
SungminLee: tadi aku bertemu dengannya lagi di subway.

Aku. Itu aku Sungmin-ssi… maaf aku tidak bisa mengaku padamu.

Saerayoon: Jinjja? Eottohkhae?
SungminLee: dia heboh. Seperti biasa.
Saerayoon: ehehehe… mungkin sudah sifatnya sejak lahir.
SungminLee: Iya mungkin. Parahnya, dia dan teman-temanya duduk disampingku tadi.
Saerayoon: kenapa kau tidak mengambil tempat lain?

SungminLee: sejak di peron, dia hanya diam memandang rel, padahal teman-temannya sudah heboh sekali. Kukira dia sembuh, jadi kupikir tak apa duduk di sampingnya.
Ternyata, dia ikut heboh juga di dalam subway. (_ _’)

Kau pikir aku sakit namja imut? Huh.

Saerayoon: kasihan kau… hehe…
SungminLee: ne, aku memang tidak begitu beruntung hari ini.
Saerayoon: mworago?
SungminLee: ada beberapa masalah, aku juga tidak tahu mengapa mereka datang bersamaan…
Saerayoon: mungkin menceritakannya padaku bisa membuatmu lebih ringan? ^^
SungminLee: bolehkah?
Saerayoon: sangat boleh. Silahkan.
SungminLee: aku diputuskan pacarku.

“MWO?! Dia putus dengan pacarnya?!!! Yiihaaaa!!!” Otomatis aku langsung berdiri dari dudukku, kemudian bergoyang seraya meloncat-loncat kegirangan karena kabar super menggembirakan itu. Aku memang tidak tahu kalau Sungmin punya pacar. Tapi, yang penting mereka sudah putus sekarang.

“Ahahaha… senangnya hatiku turun panas demamku~ syalalalala~ syalilili~” Tarian dan nyanyian tidak jelasku belum berhenti. Aku benar-benar senang.

GRAK.

“Yoon Saera! Nyanyianmu mengganggu tetangga!” Tiba-tiba eomeonim membuka pintu kamarku, kemudian berkacak pinggang dan menatapku seram.

“Mianhae eomeonim…” Kutundukkan kepalaku, kemudian duduk di kursi malasku lagi. Di depan laptop.

“Tidurlah. Jangan chatting terus yang kau lakukan.”

GRAK.

Pintu tertutup, eomeonim pergi. Fuuhh….

“Yes. Yes. Yes. Yes. Yes.” Aku masih berdendang pelan. Setidaknya, eomeonim tidak mendengarku…

Saerayoon: mwo? Waeyo?
SungminLee: molla, mungkin di menyukai namja lain.
Saerayoon: sudahlah, masih ada yeoja lain ‘kan.
SungminLee: mungkin…
Saerayoon: waegeurae? Kau tak yakin.
SungminLee: aku jadi tak yakin pada diriku sendiri.
Saerayoon: kau tidak boleh begitu.
SungminLee: wae?
Saerayoon: ditinggalkan satu yeoja bodoh seperti itu tidak boleh membuatmu patah semangat. Kau harus yakin pada dirimu sendiri, buktikan padanya kalau kau bisa bertahan tanpanya.

SungminLee: kau semangat sekali hehehe…
Saerayoon: eh? Mianhae, aku terlalu bersemangat.
SungminLee: gwaenchana, aku suka semangatmu ^^

Blushh… dia berhasil membuat pipiku semerah toe-may-toe. Padahal, kami hanya chatting. Namja iniii!!!!

SEOUL . YOON FAMILY HOUSE . 11.09.03

Sudah tiga minggu ini aku intensif chatting dengan Sungmin setiap malam. Selama tiga minggu ini pula aku intensif menjaga sikapku di subway. Tapi, entah kenapa selalu saja gagal. Mulai dari masalah bukuku yang tertinggal di stasiun – karena aku ingin meniru Sungmin membaca buku di Peron – sampai masalah rambutku yang terjepit di pintu subway. Aku tidak akan menceritakan mengapa rambutku bisa terjepit. Apa aku memang ditakdirkan menjadi yeoja heboh seperti ini ya?

Sudahlah, yang penting hubunganku dengan Sungmin di chattroom tidak begitu menggenaskan. Kami cukup dekat, dia banyak menceritakan pengalamannya padaku, dan dia tak pernah menanyakan pengalamanku. Aku cukup bersyukur dengan itu. Hehehe…

Chat Session: 110904 11.00 pm
SungminLee /Saerayoon
Session start:

SungminLee: apa kau punya waktu akhir minggu ini?
Saerayoon: ada, waegeurae?
SungminLee: aku punya dua voucher everland, kau mau menemaniku?

Eh? Voucher Everland? Apa dia bermaksud mengajakku kencan? Mwo?! Jinjja? Aku harus bagaimana sekarang?!

Saerayoon: kau yakin mengajakku?
SungminLee: ne, sangat yakin. Kau tidak mau menemaniku?
Saerayoon: bukan begitu, aku mau menemanimu.
SungminLee: Jinjja? Kalau begitu, kutunggu kau besok jam 9 di pintu utara stasiun. Ne?

Aashh… kenapa penyakit asal bicaraku kambuh? Kalau begini, Sungmin pasti akan tahu kalau aku adalah yeoja di subway. Berakhir udah hubungan kami. Huhuhu…

Sudahlah. Mungkin sudah saatnya jujur.

Saerayoon: ne…
SungminLee: kau akan pakai baju apa? Agar aku mudah mengenalimu.

Kutengokkan kepalaku kearah almari, kemudian berlari kearahnya. Baju apa? Bju yang mana? baju yang bagaimana? Kyaaa… aku bingung!

Ini kencan pertamaku, dan langsung dengan namja seperti Sungmin. Bagaimana aku tidak gugup?

Ng… ini saja. Tidak tidak. Terlalu biasa. Ini? Aigoo… terlalu norak. Aku bingung ummaaaa…

TRING.

Aaashh.. itu pasti Sungmin yang mengirim pesan. Kulihat saja dulu.

SungminLee: eottohkhae?
Saerayoon: ng… aku masih bingung dengan apa yang kupakai besok.
SungminLee: begitu ya? Hmm..
+86xxxxxxxx13
Itu nomor ponselku, besok kau beri tahu aku apa yang kau pakai dan kau berdiri di sekitar mana, ara?
Saerayoon: ne. ^^ ini nomor ponselku. +86xxxxxxxx15
SungminLee: disimpan. Sekarang, lebih baik kita tidur dulu, besok pasti akan melelahkan.
Saerayoon: ne, jaljjayo…
SungminLee: jaljjayo ^^

Aku tidak sabar menunggu besok. Tapi, aku juga belum siap kalau Sungmin harus tahu siapa aku sebenarnya. Aaarghh… aku dilema. Huufft…

SEOUL . SUBWAY STATION . 11.09.04

Sudah setengah jam aku berdiri disini, di depan tangga utama pintu utara stasiun. Apa kalian pikir Sungmin namja yang tidak tepat waktu? Tidak tidak. Bukan itu. Aku yang terlalu bersemangat akan pergi dengannya, sampai-sampai aku sudah berdiri disini sejak jam 08.30 tadi. Hehehe…

Sekarang, sudah jam sembilan. Sebentar lagi Sungmin datang. Aku sudah tidak sabar bertemu dengannya. Tapi, bagaimana jika dia membenciku ketika tahu bahwa aku adalah yeoja heboh itu? Aku belum siap dibencinya. Aku belum siap mengakhiri hubungan kami yang bahkan belum dimulai ini.

DRRT… DRRT…

‘from: Sungminnie~

Aku sudah sampai, kau berdiri dimana?’

Hyaaa?! Sungmin sudah sampai. Aigoo… mendadak aku tegang, pusing, puyeng, pening, lelah, letih, lesu, lemah, lunglai. Aku gugup sekali! Aku belum siap dibencinya ummaaa…

‘to: Sungminnie~

Mianhae, aku masih dijalan. Sebentar lagi aku sampai. Tunggu sebentar ya.’

Tidak ada salahnya ‘kan aku sedikit berbohong. Aku ‘kan harus menyiapkan mentalku sebelum bertemu dengannya. Persiapan mental yang kulakukan dari pagi tidak cukup.

‘from: Sungminnie~

Ne, kutunggu kau di depan tangga utama ya.’

MWO?! Sungmin menungguku di depan tangga? Berarti dia ada di sekitar sini sekarang. Kutengokkan kepalaku ke kiri, kanan, depan, belakang. Tapi, aku tidak menemukan namja imut itu. Apa mungkin dia berbohong? Tapi dia tidak punya tampang untuk berbohong.

‘to: Sungminnie~

Ne. Mianhae membuatmu menunggu.’

Kubalas pesannya, kemudian melanjutkan kegiatan tengok menengokku dalam rangka mencarinya. Tidak ada. Dia tak kutemukan di sekitar manapun. Dia dimana sebenarnya?

“Kau mencariku Saera-ssi?” Suara seorang namja tiba-tiba terdengar dibelakangku. Eh? Suara ini, aku agak mengenalnya.

Kutengokkan kepalaku, dan…. voala~

“S…sungmin-ssi?” Demi apapun! Sekarang mataku benar-benar akan keluar melihatnya berdiri di belakangku sekarang. Lengkap dengan senyum di bibirnya. Dia sudah tahu siapa aku?

“Ne, annyeong Saera-ssi..” Dia tersenyum lagi, sekali lagi seraya membungkukan badannya.

“Ann… annyeong…” Balasku terbata sambil membungkuk membalasnya.

“Kkaja. Kereta-nya akan berangkat sebentar lagi.” Tangannya menjulur kedepan tubuhku. Dia akan menggandengku?

“N…ne…” Kenapa aku jadi gagap seperti ini umma? Aigoo…

Sebentar kemudian, kami berdua sudah berjalan memasuki stasiun dengan bergandeng tangan. Begitu juga ketika di kereta. Sungmin terus menggenggam tanganku erat. Hanya bergandeng tangan, tanpa bicara. Tapi, aku suka ini. Membuatku berdebar-debar!

GYEONGGI-DO .EVERLAND THEME PARK . 11.09.04

Kami sampai di Everland! Akhirnya, setelah menempuh ‘perjalanan bisu’ di dalam kereta kami sampai juga di tempat tujuan. Kenapa kukatakan ‘perjalanan bisu’? Tentu saja karena kami berdua hanya berdiri di dalam kereta yang penuh, saling bergandeng tangan, dan diam. Bisu ‘kan? Walaupun sebenarnya hatiku ribut sekali ketika di dekatnya.

“Kau ingin naik apa?” Tawaran Sungmin membuyarkan lamunanku yang masih asyik memperhatikannya.

“Ng… terserah kau saja.”

“Bagaimana kalau T-Express?” Mwo?! Kencan macam apa yang diawali dengan T-Express? Kencan? Kau tidak berkencan Yoon Saera! Bukankah kami hanya melakukan ‘kopi darat’? Ne. Ini adalah ‘kopi darat’. Sekali lagi, ‘KOPI DARAT’. Kenapa namanya harus ‘kopi darat’? Terdengar norak sekali di telingaku. Sudahlah, kenapa jadi mempermasalahkan ‘kopi darat’?

“Bisakah kita mulai dengan permainan yang santai dulu?” Bilang saja kau takut Yoon Saera.

“Oh! Ne, bagaimana kalau cangkir putar?”

“Ne…” Kuanggukkan kepalaku seraya menunjukkan senyum terbaikku. Aku suka kalau hanya cangkir teh yang berputar-putar itu.

“Kkaja.”

‘kom sema-ri-ga
han chi-be-yi-so
appa gom
omma gom
ae-gi gom
appa gommun tung-tung-hae
omma gommun nal-shin-hae
ae-gi gommun na bul-gwi-yo-wo
hishuk hishuk cha-rhan-da’

Lagu itu langsung menyambut kami ketika kami berdua memasuki arena cangkir putar. Kenapa harus lagu ini? Tidak cocok sekali untuk pasangan muda-mudi seperti kami berdua ini.

Olala… pantas saja hari ini diputa lagu anak-anak. Ini hari minggu, terlebih wahanayang kami naiki ini adalah wahana yang aman untuk anak-anak. Ternyata bukan lagunya yang tidak cocok untuk pengunjung wahana.

“Ternyata Saera-ssi tidak seheboh yang kubayangkan.” Ujar Sungmin tiba-tiba, ketika cangkir kami mulai berputar pelan.

“Hehe… tidak juga. Aku hanya sedang berpikir.” Aku? Berpikir? Aku saja bingung dengan kalimatku sendiri.

“Apa kau berpikir, kenapa aku bisa mengenalimu?”

“Tepat sekali! Sungmin-ssi memang pintar. Eh… mianhae.” Babo! Penyakit hebohku berhasil membuatku malu sendiri.

“Gwaenchana… aku lebih suka kau yang seperti ini. Lebih terlihat seperti Yoon Saera yang sebenarnya.”

“Maksudmu?” Sudah heboh, babo pula. Aku ini…

“Sebenarnya, aku tidak membenci khebohanmu di kereta. Kau juga tidak begitu mengganggu.” Sekarang dia bermaksud membuatku terlihat bodoh dengan kalimatnya yang berputar-putar.

“Lalu, kenapa di chattroom – ”

“Awalnya, kukira kau akan langsung mengaku kalau kau yeoja yang kumaksud itu, ternyata kau mengajakku bermain.” Tawanya ringan, berhasil membuat pipiku memanas dan memerah. Ternyata dia sudah tahu sejak awal. Memalukan!

“Tapi, darimana kau tahu kalau yeoja itu adalah diriku?”

“Sudah jelas sekali ‘kan, teman-temanmu sering memanggilmu ‘Yoon Saera’. Nickname chatting-mu saja ‘SaeraYoon’. Siapa lagi kalau bukan kau?” Senyumnya masih belum mau hilang dari bibirnya. Benar-benar membuat pipiku semakin memerah.

“Tapi, apa kau tidak berpikir akan ada beberapa yeoja bernama ‘Saera’ di Ie-Hwa.”

“Yang berrnama ‘Saera’ mungkin banyak. Tapi, yang bermarga ‘Yoon’ mungkin tidak terlalu banyak. Lagipula, aku bisa mengenali fotomu hanya dengan sekali lihat.” Jelasnya panjang kali lebar seraya berdiri dan mengulurkan tangannya kearahku.

Tak terasa, wahana ini sudah berhenti berputar. Kusambut tangannya, kemudian kami berdua kembali bergandeng tangan menuju wahana lain.

“Kau punya penglihatan yang bagus.”

“Kau punya kemampuan akting yang bagus.” Dia bermaksud menyindirku, eo?

“Kemampuan aktingmu juga bagus.”

“Hehehe… kau yang membuatku begitu.” Apa hubungannya denganku?

“Wae?”

“Kau ini…” Sungmin berhenti, kemudian mengacak rambutku pelan. Hyaaa!!! Untung dia imut.

“Tidak mungkin ‘kan aku langsung menyapamu di stasiun, lalu mengatakan padamu bahwa aku tahu kalau kau adalah yeoja yang semalam chatting denganku. Aku sudah memperhatikanmu sejak pertama kali melihatmu heboh dengan teman-temanmu, dan aku menyukaimu.” Apa kata-kta terakhirnya? Apa aku tidak salah dengar? Dia menyukaiku?

“M…mwo?!”

“Saranghae.” JLEB. Aku shock mendengarnya. Aku mati ditempat. Aku hanya bisa diam menatapnya. Aku terlalu bahagia. Atau terlalu kaget? Kyaaa… bahkan hatiku heboh sendiri.

“Saera-ssi?” Suaranya membawaku kembali ke alam nyata.

“N..nde?”

“Eottohkhae? Saranghae.”

“Nado… nado saranghae…”

BUKK.

Reflek Sungmin langsung memelukku erat. Kubalas pelukannya, tak peduli beberapa orang tengah memandangi kami seraya berbisik dengan orang di sampingnya. Aku tidak perduli. Yang penting, sekarang aku tidak harus menyembunyikan identitasku lagi untuk menyukai Sungmin. Aku juga tidak perlu menjaga image-ku – yang sebenarnya sudah tidak bisa dijaga lagi – di depan Sungmin. Tapi, yang terpenting, perasaanku terbalas. Sekali lagi, PERASAANKU TERBALAS. Sekali lagi dengan caps, bold, italic, dan underline: PERASAANKU TERBALAS!!!

Sungmin-ssi, saranghae ^^

FIN

kyaaaaa lagi2 ada yg buatin ff saera-sungmin hohoho
bagusss bgt saeng..co cweet biarpun aku yg anggun ini jd hebring u,u
:* (cipok kyu + nana #loh)
emang enak punya sohib seorang Author ff…bisa dibuatin ff nyahah
Sejauh ini uda 3 yeoja yang ngakunya bini Kyu yg buatin aku ff hihihi
ada yg mau buat lagi?? XD~
#ketagihan
ayo ayo kunjungi juga wp Kyuna ya, ff dia bagus2 banget :3 gak gaje kayak ff aku hahah
(nah puas kamu nna uda q promosiin ne #pletak XDD )

RCL Pleaseeeee

15 thoughts on “[FF] C.H.A.T.

  1. Jung SaeRa berkata:

    ehm….aku tertipu…benar-benar tertipu…aku kira ceritanya masih panjaaaaaang banget. ternyata diulang-ulang… T.T
    Aku tertipu….

  2. nana cho berkata:

    huaaa… di post di post *nongol bareng kyu* ^o^//
    eonnie, promomu berlebihan, aku takutnya reader yang dateng malah pada kecewa pas berkunjung ke fruitten -.-
    eh iya, ada ff baru tu buat inspirit di fruitten #gubrak #promolagi #digampar

    buat komen yang diatas, makasih ya… *chu readers+zoro eon* jangan bosan baca ff saiia ^^ #teteppromo #digiles

    udah akh, remuk saiia disini T.T
    *balik ke kandang*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s